Senin, 02 April 2018

ULASAN CERPEN GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG


Nama : Hidayatul Usfuriyah
Npm  : 16410093
Kelas:  4C


MENGULAS CERPEN “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG KARYA A. MUSTOFA BISRI


Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang adalah cerpen karya A. Mustofa Bisri, yang diterbitkan oleh kompas pada tanggal 01 April 2018. Cerpen ini menceritakan seorang laki-laki yang  menaruh hati dengan istri temannya sendiri karena perempuan tersebut mempunyai kemiripan dengan gadis yang sudah membuatnya jatuh hati saat pertama kali bertemu di stasiun. Sulit untuk dipercaya tetapi memang benar-benar terjadi dalam cerpen Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang  ini cerita antara pertemanan yang berbeda kota ini yaitu kota S dan kota J. yang berjanji ingin menemui namu di tengah perjalanan dia bertemu gadis yang sama persis dengan istri temannya.

2. Tema Cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG
Tema adalah ide sebuah cerita. Pengarang dalam menulis cerita bukan sekadar ingin bercerita, tetapi ingin mengatakan sesuatu pada pembacanya. Sesuatu yang ingin dikatakannya itu bisa masalah kehidupan, pandangan hidupnya tentang kehidupan ini, atau komentar terhadap kehidupan ini. Semua kejadian dan perbuatan tokoh cerita, didasari oleh ide pengarang tersebut.

Sebuah cerpen harus selalu mengatakan sesuatu, yaitu pendapat pengarang tentang hidup ini sehingga orang lain dapat mengerti hidup ini lebih baik. Pesan itu tentu saja tidak dikemukakan secara definitif. Pengarang menyatakan ide atau tema dalam unsur cerita. Dalam cerpen yang berhasil, tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Pengarang menggunakan dialog-dialog tokoh, jalan pikiran, perasaan, kejadian-kejadian, latar cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya.
Untuk menentukan tema cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG . dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan berikut.

1.      Bagaimana sikap tokoh utama terhadap masalah yang dikemukakan di dalam cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG’’? (Sikap tokoh utama pada cerpen ini adalah sangat ambisius dalam mengagumi seseorang bahkan orang yang pertama kali dijumpainya..)
2.      Apa alasan tokoh utama menaruh perasaan kepada istri sahlan?(tokoh utama merasa bahwa perempuan yang dijumpainya dirumah Sahlan (istri sahlan) mirip dengan gadis yang dijumpai di stasiun S, yaitu gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang sehingga dia merasa bertemu lagi dengan gadis pujaannya.
3.      Bagaimana pendapatmu tentang cerpen tersebut?(cerpen ini menurut saya hanya sebagai hiburan bagi para pembacanya.
               Dengan demikian, tema cerpen tersebut adalah cinta, pengarang dapat menyampaikan tema itu melalui tokoh utama, yaitu Vira.

3. Plot Cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG
Plot sering juga disebut alur cerita. Jalan cerita bukanlah plot. Jalan cerita hanyalah perwujudan, bentuk wadah, bentuk jasmaniah dari plot. Plot tidak sama dengan jalannya cerita. Plot dengan jalannya cerita memang tidak bisa dipisahkan, tetapi harus dibedakan. Secara umum plot sering dikupas menjadi elemen-elemen berikut.

·         Pengenalan. Pertemuan tokoh Aku dan Si gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang di stasiun S. Disitulah perasaan jatuh hati tokoh aku kepada si gadis dimulai.
·         Konflik memuncak/Klimaks. Tokoh aku bertemu lagi dengan seseorang yang mirip dengan I gadis dambaannya dirumah kenalannya yaitu sahlan,dan ternyata perempuan yang mirip dengan gadis dambaannya adalah tidak lain istri dari kenalannya sendiri(istri sahlan).
·         Pemecahan. Ada bagian dimana Sahlan menceritakan sosok istrinya yang anggun dan menceritakan bagaimana awal pertemuannya mereka sampai bisa  menikah. Dan karena itu tokoh Aku mengingat kembali saat kejadian dimana dia bertemu dengan gadis itu saat di stasiun karena apa yang diceritakan oleh Sahlan sama dengan apa yang dialaminya.
                  Setelah mengenal elemen-elemen plot, analisis cerpen “Burung Kematian”. Jenis alur pada cerpen “Burung Kematian” yaitu alur mundur . Karena dalam cerpen menceritakan pertemuan Tokoh Aku dan Si Gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang sampai bagian dimana tokoh aku mengingat kembali kejadian pertama tersebut.

 4. Karakter dalam Cerpen GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG
Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian si penulis menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Kalau karakter tokoh lemah, seluruh cerita menjadi lemah. Ada beberapa jalan yang dapat menuntun kita sampai pada sebuah karakter, yaitu (1) melalui apa yang dilakukan si tokoh, (2) melalui ucapan-ucapan si tokoh, (3) melalui penggambaran fisik tokoh, (4) melalui pikiran-pikiran sang tokoh, dan (5) melalui penerangan langsung (penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung.

Karakter tokoh di dalam cerpen “
GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG”. antara lain sebagai berikut.

·         Tokoh utama dalam cerpen ini adalah si tokoh Aku yang sangat mendambakan seorang gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang sampai perasaan tersebut dibawa ke perempuan lainnya yang mirip dengan gadis pujaannya.
·         Karakter dari si tokoh Aku adalah sangat ambisius.
5. Latar dalam cerpen GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG
Dalam cerpen modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. Ia terjalin erat dengan karakter, tema, suasana cerita. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi tidak cukup. Latar dalam cerpen modern telah menjadi jalinan dengan unsur-unsur cerpen lainnya. Latar bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu, melainkan juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, gaya hidup mereka, dan sebagainya.

a. Latar Waktu

·         Senja
·         Siang hari ketika matahari terik menyengat
·         Beberapa tahun kemudian
·         Setelah kluyuran




b. Latar Tempat
Latar Tempat :
·         Stasiun S
·         Dari jendela kereta api
·         Di dalam taksi
·         Rumah Sahlan
·         Kamar
·         Di meja makan
·         Ruang tamu
·         Mushola 
·         Rumah,
·         Kamar nenek
·          Gang dekat rumah

c.Latar Suasana
·         Senang: ketika tokoh Aku bertemu si gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang di stasiun S.
·         Kaget/gugup: Saat tokoh Aku melihat perempuan yang mirip dengan gadis pujaannya dirumah kenalannya dan ternyata perempuan itu tidak lain adalah istri dari sahlan(kenalannya).

Unsur Ekstrinsik Cerpen
            Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur pembentuk cerpen yang berada di luar cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen tidak bisa lepas dari kondisi masyarakat pada saat cerpen tersebut dibuat. Unsur ekstrinsik ini mempengaruhi penyajian, gaya, dan isi cerpen. Unsur ekstrinsik meliputi latar pengarang, politik, psikologi, sosial-budaya, dan agama.

Unsur ekstrinsik cerpen “Burung Kematian”. Latar pengarang merupakan keadaan pengarang saat membuat suatu karya sastra.
·         Pengarang  cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG” yaitu A. Mustofa Bisri
·         A Mustofa Bisri, lahir di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agus-tus 1944, dari keluarga santri.
·         Belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dikenal sebagai kiai yang mengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang. Gus Mus, demikian namanya lebih dikenal, telah menghasilkan beberapa buku kumpulan puisi dan cerpen.