Nama : Hidayatul Usfuriyah
Npm :
16410093
Kelas:
4C
“MENGULAS CERPEN “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG” KARYA A. MUSTOFA BISRI
Gadis
Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang adalah cerpen karya A. Mustofa Bisri, yang
diterbitkan oleh kompas pada tanggal 01 April 2018. Cerpen ini menceritakan seorang
laki-laki yang menaruh hati dengan istri
temannya sendiri karena perempuan tersebut mempunyai kemiripan dengan gadis
yang sudah membuatnya jatuh hati saat pertama kali bertemu di stasiun. Sulit untuk
dipercaya tetapi memang benar-benar terjadi dalam cerpen Gadis Kecil Beralis
Tebal Bermata Cemerlang ini cerita
antara pertemanan yang berbeda kota ini yaitu kota S dan kota J. yang berjanji
ingin menemui namu di tengah perjalanan dia bertemu gadis yang sama persis
dengan istri temannya.
2.
Tema Cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL
BERMATA CEMERLANG”
Tema adalah ide sebuah cerita. Pengarang dalam menulis cerita bukan sekadar ingin bercerita, tetapi ingin mengatakan sesuatu pada pembacanya. Sesuatu yang ingin dikatakannya itu bisa masalah kehidupan, pandangan hidupnya tentang kehidupan ini, atau komentar terhadap kehidupan ini. Semua kejadian dan perbuatan tokoh cerita, didasari oleh ide pengarang tersebut.
Sebuah cerpen harus selalu mengatakan sesuatu, yaitu pendapat pengarang tentang hidup ini sehingga orang lain dapat mengerti hidup ini lebih baik. Pesan itu tentu saja tidak dikemukakan secara definitif. Pengarang menyatakan ide atau tema dalam unsur cerita. Dalam cerpen yang berhasil, tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Pengarang menggunakan dialog-dialog tokoh, jalan pikiran, perasaan, kejadian-kejadian, latar cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya.
Tema adalah ide sebuah cerita. Pengarang dalam menulis cerita bukan sekadar ingin bercerita, tetapi ingin mengatakan sesuatu pada pembacanya. Sesuatu yang ingin dikatakannya itu bisa masalah kehidupan, pandangan hidupnya tentang kehidupan ini, atau komentar terhadap kehidupan ini. Semua kejadian dan perbuatan tokoh cerita, didasari oleh ide pengarang tersebut.
Sebuah cerpen harus selalu mengatakan sesuatu, yaitu pendapat pengarang tentang hidup ini sehingga orang lain dapat mengerti hidup ini lebih baik. Pesan itu tentu saja tidak dikemukakan secara definitif. Pengarang menyatakan ide atau tema dalam unsur cerita. Dalam cerpen yang berhasil, tema justru tersamar dalam seluruh elemen. Pengarang menggunakan dialog-dialog tokoh, jalan pikiran, perasaan, kejadian-kejadian, latar cerita untuk mempertegas atau menyarankan isi temanya.
Untuk
menentukan tema cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL
BERMATA CEMERLANG ”.
dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan berikut.
1.
Bagaimana sikap tokoh utama terhadap masalah yang dikemukakan di
dalam cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG’’? (Sikap tokoh utama
pada cerpen ini adalah sangat ambisius dalam mengagumi seseorang bahkan orang
yang pertama kali dijumpainya..)
2.
Apa alasan tokoh utama menaruh perasaan kepada
istri sahlan?(tokoh
utama merasa bahwa perempuan
yang dijumpainya dirumah Sahlan (istri sahlan) mirip dengan gadis yang dijumpai
di stasiun S, yaitu gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang sehingga dia
merasa bertemu lagi dengan gadis pujaannya.
3.
Bagaimana pendapatmu tentang cerpen
tersebut?(cerpen
ini menurut saya hanya
sebagai hiburan bagi para pembacanya.
Dengan demikian, tema cerpen tersebut
adalah cinta, pengarang dapat menyampaikan tema itu melalui
tokoh utama, yaitu Vira.
3. Plot Cerpen “GADIS
KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG”
Plot sering juga disebut alur cerita. Jalan cerita bukanlah plot. Jalan cerita hanyalah perwujudan, bentuk wadah, bentuk jasmaniah dari plot. Plot tidak sama dengan jalannya cerita. Plot dengan jalannya cerita memang tidak bisa dipisahkan, tetapi harus dibedakan. Secara umum plot sering dikupas menjadi elemen-elemen berikut.
Plot sering juga disebut alur cerita. Jalan cerita bukanlah plot. Jalan cerita hanyalah perwujudan, bentuk wadah, bentuk jasmaniah dari plot. Plot tidak sama dengan jalannya cerita. Plot dengan jalannya cerita memang tidak bisa dipisahkan, tetapi harus dibedakan. Secara umum plot sering dikupas menjadi elemen-elemen berikut.
·
Pengenalan. Pertemuan tokoh Aku dan Si gadis kecil beralis tebal
bermata cemerlang di stasiun S. Disitulah perasaan jatuh hati tokoh aku kepada
si gadis dimulai.
·
Konflik memuncak/Klimaks. Tokoh aku bertemu lagi dengan
seseorang yang mirip dengan I gadis dambaannya dirumah kenalannya yaitu
sahlan,dan ternyata perempuan yang mirip dengan gadis dambaannya adalah tidak
lain istri dari kenalannya sendiri(istri sahlan).
·
Pemecahan. Ada bagian dimana Sahlan menceritakan sosok istrinya
yang anggun dan menceritakan bagaimana awal pertemuannya mereka sampai
bisa menikah. Dan karena itu tokoh Aku
mengingat kembali saat kejadian dimana dia bertemu dengan gadis itu saat di
stasiun karena apa yang diceritakan oleh Sahlan sama dengan apa yang
dialaminya.
Setelah mengenal
elemen-elemen plot, analisis cerpen “Burung Kematian”. Jenis alur pada cerpen
“Burung Kematian” yaitu alur mundur . Karena
dalam cerpen menceritakan pertemuan Tokoh Aku dan Si Gadis kecil beralis tebal
dan bermata cemerlang sampai bagian dimana tokoh aku mengingat kembali kejadian
pertama tersebut.
4. Karakter
dalam Cerpen GADIS KECIL BERALIS TEBAL
BERMATA CEMERLANG
Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian si penulis menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Kalau karakter tokoh lemah, seluruh cerita menjadi lemah. Ada beberapa jalan yang dapat menuntun kita sampai pada sebuah karakter, yaitu (1) melalui apa yang dilakukan si tokoh, (2) melalui ucapan-ucapan si tokoh, (3) melalui penggambaran fisik tokoh, (4) melalui pikiran-pikiran sang tokoh, dan (5) melalui penerangan langsung (penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung.
Karakter tokoh di dalam cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG”. antara lain sebagai berikut.
Mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian si penulis menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Kalau karakter tokoh lemah, seluruh cerita menjadi lemah. Ada beberapa jalan yang dapat menuntun kita sampai pada sebuah karakter, yaitu (1) melalui apa yang dilakukan si tokoh, (2) melalui ucapan-ucapan si tokoh, (3) melalui penggambaran fisik tokoh, (4) melalui pikiran-pikiran sang tokoh, dan (5) melalui penerangan langsung (penulis membentangkan panjang lebar watak tokoh secara langsung.
Karakter tokoh di dalam cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG”. antara lain sebagai berikut.
·
Tokoh utama dalam cerpen ini adalah si tokoh Aku yang sangat
mendambakan seorang gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang sampai perasaan
tersebut dibawa ke perempuan lainnya yang mirip dengan gadis pujaannya.
·
Karakter dari si tokoh Aku adalah sangat ambisius.
5.
Latar dalam cerpen GADIS KECIL BERALIS TEBAL
BERMATA CEMERLANG
Dalam cerpen modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. Ia terjalin erat dengan karakter, tema, suasana cerita. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi tidak cukup. Latar dalam cerpen modern telah menjadi jalinan dengan unsur-unsur cerpen lainnya. Latar bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu, melainkan juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, gaya hidup mereka, dan sebagainya.
a. Latar Waktu
Dalam cerpen modern latar telah digarap para penulis menjadi unsur cerita yang penting. Ia terjalin erat dengan karakter, tema, suasana cerita. Hanya tahu di mana suatu cerita terjadi tidak cukup. Latar dalam cerpen modern telah menjadi jalinan dengan unsur-unsur cerpen lainnya. Latar bukan hanya menunjukkan tempat dan waktu tertentu, melainkan juga hal-hal yang hakiki dari suatu wilayah, sampai pada macam debunya, pemikiran rakyatnya, gaya hidup mereka, dan sebagainya.
a. Latar Waktu
·
Senja
·
Siang hari ketika
matahari terik menyengat
·
Beberapa tahun kemudian
·
Setelah kluyuran
b.
Latar Tempat
Latar Tempat :
Latar Tempat :
·
Stasiun S
·
Dari jendela kereta api
·
Di dalam taksi
·
Rumah Sahlan
·
Kamar
·
Di meja makan
·
Ruang
tamu
·
Mushola
·
Rumah,
·
Kamar
nenek
·
Gang dekat rumah
c.Latar
Suasana
·
Senang: ketika tokoh Aku bertemu si gadis kecil
beralis tebal bermata cemerlang di stasiun S.
·
Kaget/gugup: Saat tokoh Aku melihat perempuan
yang mirip dengan gadis pujaannya dirumah kenalannya dan ternyata perempuan itu
tidak lain adalah istri dari sahlan(kenalannya).
Unsur Ekstrinsik
Cerpen
Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur pembentuk
cerpen yang berada di luar cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen tidak bisa lepas
dari kondisi masyarakat pada saat cerpen tersebut dibuat. Unsur ekstrinsik ini
mempengaruhi penyajian, gaya, dan isi cerpen. Unsur ekstrinsik meliputi latar pengarang, politik,
psikologi, sosial-budaya, dan agama.
Unsur ekstrinsik cerpen “Burung Kematian”. Latar pengarang merupakan keadaan pengarang saat membuat suatu karya sastra.
·
Pengarang cerpen “GADIS KECIL BERALIS TEBAL BERMATA CEMERLANG” yaitu A. Mustofa Bisri
·
A Mustofa Bisri, lahir di Rembang, Jawa
Tengah, 10 Agus-tus 1944, dari keluarga santri.
·
Belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo,
Mesir. Dikenal sebagai kiai yang mengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin,
Rembang. Gus Mus, demikian namanya lebih dikenal, telah menghasilkan beberapa
buku kumpulan puisi dan cerpen.